Cari

Kamis, 21 Oktober 2010

DAFTAR PUSTAKA

Djelantik, A.A.M. 1999, Estetika Sebuah Pengantar. Media Abadi, Yogyakarta

Ebdi Sanyoto, Sadjiman. 2009. Nirmana (Dasar-Dasar Seni dan Desain). Jalasutra. Yogyakarta.

Wong, Wucius, 1986, Beberapa Asas Merancang Dwimatra (edisi terjemahan oleh Drs. Adjat Sakri. M.Sc), Cetakan ke-2, ITB, Bandung.

TEKSTUR

       Setiap bentuk atau benda apa saja di alam ini termasuk karya seni mesti memiliki permukaan atau raut. Setiap permukaan atau raut tentu memiliki nilai atau ciri khas. Nilai atau ciri khas permukaan tersebut dapat kasar, halus, polos, bermotif/bercorak, mengkilat, buram, licin, keras, lunak, dan sebagainya. Itulah tekstur atau ada yang menyebut barik. Dengan demikian, tekstur adalah nilai atau ciri khas suatu permukaan atau raut.
       Dengan demikian, tekstur adalah nilai atau ciri khas suatu permukaan atau raut.
       Pada umumnya orang menyebut tekstur itu dihubungkan dengan sifat permukaan yang kasar. Padahal sesungguhnya permukaan yang halus pun merupakan tekstur dimana nilai, sifat,atau ciri khas permukaan kasar-halus, kasap-licinm keras-lunak, bermotif-polos, cemerlang-suram, dan lain-lain semuanya adalah tekstur.
       Dari berbagai tekstur tersebut ada yang bersfat teraba, disebut tekstur raba. Ada yang bersifat visual disebut tekstur lihat. Tekstur raba adalah tekstur yang dapat dirasakan lewat indra peraba (ujung jari). Tekstur raba ini sifatnya nyata, artinya dilihat tampak kasar, diraba pun nyata kasar. Ujung jari tidak dapat ditipu. Termasuk tekstur raba adalah tekstur kasar-halus, licin-kasar, dan keras-lunak.
       Tekstur lihat adalah tekstur yang dirasakan lewat panca indra penglihatan. Tekstur lihat ini lebih bersifat semu. Artinya tekstur yang terlihat kasar jika diraba ternyata bisa halus. Jadi, mata dapat tertipu. Termasuk tekstur lihat/semua adalah tekstur bermotif, bercorak, atau bergambar. Namun, tekstur lihat dapat pula bersifat nyata di mana dilihat kasar diraba pun kasar.
       Dengan demikian, secara sederhana tekstur dapat dikelompokkan ke dalam tekstur kasar nyata, tekstur kasar semu, dan tekstur semu.

Contoh Karya Nirmana berupa Tekstur Manual dan Mekanis :


Karya : Adi Nugroho



Karya : Ilone A S




Karya : Galuh Marendra

KOMPOSISI & GRADASI WARNA

Komposisi dan Gradasi Warna :

(Sadjiman, 2009:47)

(Sadjiman, 2009:49)

Contoh karya nirmana berupa Komposisi Warna dan detailnya :

 Karya : Adi Nugroho S
 Karya : Yayuk

 Karya : Ave Romantie
 Karya : Desmilla

 Karya : Esti Restu
 Karya : Indah W

 Karya : M Ali Zein
Karya : Ratu Edwina

Karya : Rizki Nanda
 Karya : Setyo Adi P


WARNA

        Ketika mendapatkan cahaya, bnetuk/benda apa saja termasuk sebuah karya seni/desain tentu akan mendapatkan warna. Tanpa cahaya, warna tidak aka nada. Seperti halnya suara, warna merupakan fenomena getaran/gelombang, dalam hal ini gelombang cahaya. Warna merupakan getaran/gelombang yang diterima indra penglihatan, sedangkan bunyi merupakan getaran/gelombang yang diterima indra pendenganran. Warna warni adalah sama dengan not-not music atau tangga nada suara.
       Warna dapat didefinisikan secara objektif/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan, atau secara subjektif/psikologi sebagai bagian dari pengalaman indra penglihatan. Secara objektif atau fisik, warna dapat diperikan oleh panjang gelombang. Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah satu bentuk pacaran energy yang merupakan bagian yang sempit dari gelombang elektromagnetik.
 
Percampuran warna bahan (Pigmen)
       Warna pokok bahan erdiri dari sian (cyan), magenta, dan kuning (yellow), atau disebut CMY. Dengan cara mencampur warna-warna pokok ini dalam berbagai kemungkinan kombinasi, kita dapat memperoleh warna-warna lain di luar ketiganya. Berbagai kombinasi itu di antaranya ialah sebagai berkut :
  • Pigmen kuning dicampur dengan sian menghasilkan hijau.
  • Pigmen magenta dicampur dengan pigmen kuning menghasilkan jingga merah (orange).
  • Pigmen sian dicampur dengan magenta menghasilkan ungu bitu (vilet).
  • Pigmen kuning dicampur magenta dicampur sian menghasilkan warna gelap/hitam. Hitam artinya tidak ada spectrum cahaya, karena hitam bukan spektrum cahaya.
       Warna-warna lain dapat dibuat dengan cara mencampur-campurkan warna dari hasil percampuran-percampuran warna-warna pokok bahan tersebut di atas untuk memperoleh warna-warna baru. Percampuran warna bahan sifatnya tidak sempurna. Warna-warna tersebut sesungguhnya tidak bercampur, tetapi pigmenya hanya berdampingan. Warna bahan tidak secemerlang warna cahaya. Ini terjadi karena sifat pigmen yang selalu mengandung unsur kotor kandungan warna lain sehingga mempengaruhi tampilannya. Oleh karena itu, di dalam computer system pewarnaan dengan pigmen itu selalu dirumuskan dengan formulasi CMYK. Unsur K berarti kadar atau prosentase warna hitam/gelap, karena setiap warna selalu mengandung unsur warna gelap. Sistem pewarnaan dengan pigmen CMYK disebut pula sebagai subtractive color system.
       Sistem CMYK merupakan cara penampilan warna dengan penggabungan emulsi kimia. System kerjanya mendasarkan kemampuan mata dalam menangkap persepsi warna dengan penggabungan pigmen san, magenta, kuning, dan hitam yang disebut sebagai warna primer system CMYK.
       Sistem CMYK ini digunakan untuk proses cetak mencetak dengan media kertas, plastic, atau kain. Warna bahan (pigmen) yang memiliki warna lengkap adalah tinta cetak, baik, cetak offset maupun tinta printer computer. Tinta cetak memiliki warna sian, magenta, dan kuning yang sesungguhnya. Jika kita melihat hasil cetakan foto atau gambar-gambar pemandangan, hal itu sebenarnya hanyalah perpaduan tiga warna pokok (sian, magenta, kuning, atau CMY) ditambah satu warna gelap (K). maka pada setiap hasil cetakan selalu mencantumkan contoh warna CMYK yang digunakan di bagian tepi hasil cetakannya.
       Pada komputer digunakan pula warna dengan model CMYK tersebut. Dengan demikian jika kita merancang sesuatu (desain) dengan computer yang nantinya akan dicetak, sebaiknya menggunakan warna-warna dengan model CMYK tersebut agar hasil cetakannya tepat.
       Pada tube cat air, cat poster, cat minyak, warna sian dan magenta sulit didapat, maka sian bias menggunakan cerulean ble atau cobalt blue, magenta bisa menggunakan carmine, dan kuning bias menggunakan lemon yellow.
       Pengetahuan sistem CMYK ini dapat digunakan dalam bidang fotografi dan cetak grafika yang akan membantu memahami penggunaan warna secara lebih optimal dalam pemotretan dan produksi grafika. (Sadjiman, 2009:18-19)

(Sadjiman, 2009:20) 

Contoh Karya Nirmana berupa Warna :

 Karya : Andi Prabowo

Karya : Andi Prabowo

 Karya : Rizky Nanda

 Karya : Rizky Nanda


KOMPOSISI KOMPLEKS NIRMANA

Komposisi Kompleks dengan Berbagai Unsur Perancangan

       Berbagai unsur dapat disusun dengan berjajar, berjauhan, berdekatan, bersinggungan, bertumpukan, transparan, bertusukan, dan lain-lain. Bentuk susunan berjauhan antara berbagai unsur bias berkesan tidak ada kesatuan dan susunan yang saling berdekatan memiliki kesan menyatu. Susunan bersinggungan terasa menyatu tetapi berkesan keras atau ada kles. Susunan bertumpukan lebih mengesankan keruangan. Susunan transparan berkesan terdapat ruang terbuat dari kaca. Susunan bertusukan berkesan keruangan dan membentuk komposisi baru. (Sadjiman,2009:131).
 
contoh karya Nirmana berupa Komposisi Kompleks dengan berbagai unsur perancangan :
 
 Karya : Adi Nugroho S
 Karya : Farida Khairani

Karya : Ganis
Karya : Tinaga Abdul

Karya : Yayuk Endah
Karya: Regista Azhari

BIOMORPHIC

Bentuk Biomorphic

Contoh Karya Nirmana berupa Bentuk Biomorphic :

 Karya : Astried M N K P
Karya : Dayna C

 Karya : Farida Khairani W
 Karya : M Ali Zein

 Karya : M Cholid Arbain
Karya : Indah W






Rabu, 20 Oktober 2010

BIDANG

Bentuk Berupa Bidang
       Bidang dapat diartikan sebagai bentuk yang menempati ruang, dan bentuk bidang sebagai ruangnya sendiri disebut ruang dwimatra.
       Bidang yang menempati ruang dapat berbentuk dasar sejajar dengan tafril yang memiliki panjang dan lebar, atau dapat berebntuk maya, yaitu bidang yang seolah-olah melengkung, atau bentuk bidang yang seolah-olah membuat sedut dengan tafril sehingga seperti memiliki kedalaman. 
       Bidang sebagai ruang adalah ruang dwimatra dan merupakan tempat dimana objek-objek berada (exist). Wujudnya dapat berupa triplek, kertas, karton, seng, papan tulis, kanvas, danlain-lain semacamnya. Semua benda itu walaupun memiliki ketebalan, tetapi ukurannya relatif tipis, sehingga dianggap tidak memiliki ketebalan, dan oleh karena itu, hanya berdimensi panjang dan lebar. Bidang sebagai ruang bisa dibedakan menjadi dua macam, yaitu ruang positif dan ruang negatif. Ruang positif adalah ruang yang terisi objek, sedang ruang negatif adalah ruang yang kosong tanpa objek.
     Bidang sebagai bentuk yang mengisi ruang, ciri khasnya dibedakan berdasarkan rautnya. (Sadjiman,2009:117-118)

Raut Bidang
       Macam-macam bentuk bidang meliputi bidang geometri dan non-geometri. Bidang geometri adalah bidang teratur yang dibuat secara matematika, sedangkan bidang non geometri adalah bidang yang dibuat secara bebas. Raut bidang geometri atau bidang yang dibuat secara matematika, meliputi segitiga, segiempat, segilima, segienam, segidelapan, lingkaran, dan sebagainya. (Sadjiman,2009:118-119).

Contoh karya nirmana berupa Bidang Geomatris (bidang dibentuk dengan menggunakan alat bantu) :

Karya : Andi Prabowo

Karya : Dayna Disa N U

Karya : M Bagja

Karya : Farida Khairani W
 
Karya : Andi Prabowo
 Karya : Anita Puput








Garis EKSPRESIF


Contoh karya nirmana berupa garis ekspresif (garis dibentuk tanpa menggunakan alat bantu / freehand) :







 
Karya : Andi Prabowo
 Karya : Anita Puput